18
Mei
2026
Oleh : admin
PAJAWANLOR - Pada hari Jumat yang cerah, suasana di area Makam "ASTANA GEDONG" Desa Pajawanlor tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga berkumpul dengan membawa sapu lidi, golok, cangkul, dan mesin pemotong rumput. Mereka hadir untuk melaksanakan kegiatan Jumsih (Jumat Bersih), sebuah tradisi gotong royong yang terus dijaga kelestariannya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pajawanlor bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Sejak pagi hari, Kepala Desa beserta perangkatnya sudah berada di lokasi untuk memimpin koordinasi. Sinergi yang kuat terlihat jelas saat para ketua RW dan RT bergerak aktif mengarahkan warganya masing-masing untuk membagi area kerja.
Makam Astana Gedong bukan sekadar tempat pemakaman umum, melainkan situs religi dan sejarah yang sangat dihormati oleh masyarakat Pajawanlor. Oleh karena itu, pembersihan dilakukan dengan penuh rasa hormat dan khidmat.
Sinergi dan Keguyuban Warga
Semua elemen masyarakat melebur tanpa sekat dalam kegiatan ini:
- Pemdes dan LPM mengkoordinasikan logistik, konsumsi, dan peralatan berat.
- Para Ketua RW dan RT
memetakan zonasi pembersihan agar kerja bakti berjalan efektif. - Masyarakat Luas
, mulai dari pemuda hingga orang tua, bahu-membahu membabat rumput liar, membersihkan lumut di nisan, serta mengangkut sampah ranting pohon.
Sementara bapak-bapak dan para pemuda sibuk bekerja di area makam, ibu-ibu warga setempat sibuk menyiapkan konsumsi. Teh hangat, kopi, dan makanan ringan swadaya mengalir ke lokasi, menambah kehangatan dan rasa kekeluargaan.
Hasil dan Harapan Ke Depan
Dalam waktu beberapa jam, wajah Makam Astana Gedong berubah drastis. Area yang tadinya rimbun oleh semak belukar kini terlihat rapi, bersih, dan terang. Jalan setapak menuju makam pun menjadi lebih nyaman untuk dilewati oleh para peziarah.
Bagi Desa Pajawanlor, Jumsih ini bukan sekadar agenda bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini adalah simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus perekat tali silaturahmi antarwarga. Pemdes Pajawanlor berharap semangat gotong royong ini dapat terus dipertahankan untuk membangun desa yang lebih bersih, religius, dan harmonis.



